Senin, 14 Desember 2015

ENDIABET, SOLUSI PENGOBATAN DIABETES

SHAD ENDIABET adalah herbal yang diramu khusus untuk membantu mengatasi penyakit diabetes melitus dengan komposisi bahan herbal pilihan antara lain: Alstoniae cortex(kulit pule), Andrographis folium (sambiloto), Orthosiponis folium (kumis kucing), Tinosporae caulis (brotowali), dan herbal lain.

Proses pembuatan SHAD ENDIABET mulai dari pemilihan bahan herbal, panen, dan perlakuan pasca panen hingga pengolahan bahan baku menjadi jamu kapsul, disesuaikan dengan standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Good Manufacturing Practice (GMP), sehingga kualitas, higienitas, dan khasiatnya untuk mengatasi diabetes melitus sangat terjaga. Semua bahan herbal yang menjadi komposisi SHAD ENDIABET telah mendapatkan sertifikat halal dari LP POM Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) dan BP POM TR sehingga aman dikonsumsi.

Dengan mengkonsumsi SHAD ENDIABET secara teratur sesuai dosis yang dianjurkan, dapat memberi manfaat antara lain:
Membantu menurunkan kadar gula darah sekaligus meningkatkan kadar insulin baik secara empiris maupun laboratoris
Memperbaiki kerja pankreas sehingga dapat berfungsi lebih maksimal menghasilkan insulin
Membantu mengobati diabetes melitus (kencing manis)

Sifat dan Khasiat Herbal Komposisi SHAD ENDIABET antara lain:

Alstoniae Cortex (Ekstrak Kulit Pule)
Alstoniae cortex (kulit pule) merupakan tumbuhan asli Indonesia dengan kandungan senyawa aktif pada kulit batang antara lain: saponin, flavonoida dan polifenol. Alkaloid: ditamine (C18H19NO3), ditaine (echititamine), echi-kaoetchine, alstonin, porfirin, triterpenoid. Zat pahit: echeretine dan echicherine
Zat aktif triterpenoid dari kulit kayu pule secara klinis dapat menurunkan kadar glukosa darah
Dalam berbagai pustaka dan pengalaman empiris pemakainya, kulit pule secara tradisional dinyatakan berkhasiat sebagai penurun demam (antipiretika), antimalaria, pemacu kinerja enzim pencernaan,  peningkat nafsu makan, pengobat radang ginjal, pengobat kencing manis, tekanan darah tinggi, dan pembasmi cacing parasit dalam perut

Andrographis Folium (Ekstrak Daun Sambiloto)
Kandungan senyawa utama sambiloto adalah andrographolide yang tidak dapat ditemukan pada tanaman lain, dan zat panicolin
Fungsi utama kedua zat tersebut adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Daya tahan tubuh rendah adalah salah satu masalah terbesar orang yang mengidap diabetesmelitus. Di Amerika sambiloto telah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS
Senyawa andrographolide dalam ekstrak daun sambiloto bersifat sebagai pelindung hati (hepatoprotektif), dan terbukti mampu melindungi hati dari efek negatif galaktosamin dan parasetamol yang biasa dialami oleh penderita diabetes melitus
Senyawa andrographolide yang merupakan komponen fitokimia utama pada sambiloto terbukti mampu menurunkan kadar glukosa darah (salah satu hasil penelitian dari Universitas Gadjah Mada)
Sambiloto dikenal sebagai tanaman yang memiliki kandungan flavonoid sebagai zat antioksidan, yang dapat berfungsi melindungi sel dari bahaya radikal bebas seperti tifoid, disentri, diare, radang saluran napas, radang paru, influenza, sakit kepala, demam, tuberkulosis pada paru, batuk pertusis, tekanan darah tinggi, faringitis, dan kencing manis    

Orthosiponis Folium (Ekstrak Daun Kumis Kucing)
Daun kumis kucing mengandung senyawa aktif orthosiphonin glikosida, minyak atsiri, sapofonin, garam kalium, sinensetin, mioinositol, saponin, minyak lemak, zat samak, dan lain-lain
Kandungan senyawa aktif daun kumis orthosiphonin glikosida bersifat diuretik (peluruh), sehingga daun kumis kucing sangat baik untuk melarutkan asam urat, fosfat, dan oksalat dari tubuh, terutama dari kandung kemih, empedu, dan ginjal, lalu mengeluarkannya melalui urine. Asam urat, fosfat, dan oksalat merupakan salah satu pemicu terbesar penyakit diabetes melitus
Karena bersifat sebagai peluruh, daun kumis kucing sangat bermanfaat untuk membersihkan empedu dan ginjal, menyembuhkan rematik, menjaga tekanan darah yang menjadi keluhan terbesar penderita diabetes
Kumis kucing sangat ampuh untuk mencegah berbagai penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah seperti hipertensi, jantung, stroke, migrain,dan sebagainya, karena perannya yang vital dalam mencegah penyempitan pembuluh darah (arteriosclerosis)

Tinosporae Caulis (Ekstrak Batang Brotowali)
Kandungan senyawa aktif utama brotowali antara lain: pikoretine, alkaloida, berberin, columbine, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, palmatin, dan kokulin
Dalam dunia medis, secara klinis dan empiris brotowali terbukti memiliki sifat sebagai: analgesik (penghilang rasa sakit), antipiretikum (sebagai penurun panas demam), tonikum (sebagai obat penguat tubuh), antiperiodikum, diuretikum (peluruh air seni), antidiabetik (pencegah diabetes)
Kandungan alkaloid serta damar lunak pada brotowali dapat melumpuhkan bakteri pada luka, mengobati rasa gatal, sehingga dapat digunakan untuk mengobati luka pada koreng dan borok yang sulit disembuhkan atau penyakit ganreng dan gatal-gatal yang biasa dialami penderita diabetes
Zat pahit pikroretin dapat merangsang kerja urat saraf sehingga organ pernapasan dapat bekerja dengan baik, oleh karena itu baik digunakan oleh penderita gangguan pernapasan
Pikroretin dalam brotowali dapat menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas bagi penderita demam
Brotowali juga mengandung senyawa glikosid yang di dalamnya terdapat senyawa aktif tinokrisposid yang berkhasiat untuk mempercepat keluarnya glukosa melalui peningkatan metabolisme atau disimpan secara langsung sebagai lemak, sehingga dapat menurunkan kadar gula darah secara signifikan

ZEDACA, SOLUSI PENGOBATAN TUMOR, KANKER, KISTA, MIOMA

ZEDACA merupakan pengembangan baru produk herbal yang diramu secara khusus dari beberapa herbal unggulan seperti ekstrak temu putih (Curcuma zhedoaria), keladi tikus (Typhonium flagelliformes) dan sambiloto (Andrographis paniculata).

ZEDACA diolah dari bahan-bahan herbal pilihan terbaik yang sangat memperhatikan dan mengutamakan proses dengan standar tertentu sehingga kualitas dan khasiatnya tetap terjaga. Berbagai proses mulai dari pemilihan bahan herbal, panen, dan perlakuan pasca panen hingga pengolahan menjadi bahan baku sangat diawasi dengan baik dan ketat, sehingga ZEDACA merupakan produk yang terjamin mutu dan higienitasnya.

ZEDACA adalah kapsul herbal yang diolah dan dikemas dalam sebuah pabrik yang sesuai standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Good Manufacturing Practice (GMP). Semua bahan herbal yang menjadi komposisi ZEDACA telah mendapatkan sertifikat halal dari LP POM Majelis Ulama Indonesia (LP POM MUI) sehingga aman dikonsumsi.


ZEDACA diramu dan dikemas secara khusus untuk mendapatkan khasiat yang spesifik antara lain:
1. Membantu memblokir, menonaktifkan pertumbuhan, dan meluruhkan sel kanker, kista, maupun mium
2. Membantu menghambat mutasi gen (antimutagenik) sehingga mencegah munculnya sel kanker
3. Membantu menghambat sitoksisitas (tingkat keracunan sel) hepar/hati
4. Membantu meningkatkan daya tahan tubuh, dan sebagai antioksidan sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan kanker
5. Membantu mengurangi dampak negatif dari kemoterapi

Sifat dan Khasiat Herbal Komposisi ZEDACA antara lain:

Temu Putih (Curcuma zhedoaria)

Temu putih mengandung banyak senyawa kimia seperti: 1-1,5% minyak dasar yang terdiri dari d-borneol, d-camphene, d-camphor, cineole, curculone, curcumadiol, curcumanolide A dan B, curcumenol, curcumeone curcumin, curcumol, curdione, dehydrocurdione, alpha-pinene, getah perekat, zat tepung/kanji, damar, dan sesquiterpen
Rimpang temu putih juga mengandung tanin dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antitumor

Kandungan sesquiterpene dalam temu putih berkhasiat sebagai antiradang. Sifat ini berhubungan dengan efek antioksidan yang berfungsi mencegah kerusakan gen
Ekstrak temu putih bersifat antimutagenik (mencegah bermutasinya gen)
Ekstrak temu putih dapat menghambat perkembangan sel-sel OVCAR-3 (cell-line kanker ovarium manusia)

Temu putih mengandung RIP (Ribosome Inacting Protein) berkhasiat menon-aktifkan pertumbuhan sel kanker, meluruhkan sel kanker tanpa merusak jaringan di sekitarnya, dan memblokir pertumbuhannya. (Hasil penelitian American Institute Cancer Reports)

Keladi Tikus (Typhonium flagelliformes)

Kandungan kimia pada keladi tikus di antaranya adalah alkaloid, saponin, steroid, glikosida flavonoid, fitol, dan triterpenoid

Senyawa triterpenoid dalam keladi tikus dapat menghambat kerja enzim DNA yang  berperan dalam proses replikasi dan proliferasi sel kanker. Terhentinya enzim DNA bekerja membuat proses dalam sel terhenti dan menyebabkan kematian sel kanker
Choo Sheen Lai dari Pusat Penelitian Obat Universitas Sains Malaysia membuktikan senyawa fitol dalam keladi tikus bersifat antikanker. Fitol melawan sel kanker dengan cara apoptosis (matinya sel dengan sendirinya)

Rimpang keladi tikus mengandung phenylpropanoid glikosida, sterol, dan cerebrosida, yang berfungsi sebagai antihepatotoksik (mencegah keracunan hati)
Kandungan senyawa-senyawa keladi tikus dapat berkhasiat sebagai sitotoksik (menghambat pertumbuhan sel), sehingga secara empiris dapat digunakan untuk mengobati kanker

Keladi tikus merupakan salah satu jenis tanaman obat yang bermanfaat dalam menyembuhkan penyakit kanker di antaranya kanker payudara dan kanker rahim (Heyne, 1987)
 

Sambiloto (Andrographis paniculata)

Kandungan senyawa utama sambiloto adalah andrographolide yang tidak dapat ditemukan pada tanaman lain, dan zat panicolin

Fungsi utama kedua zat tersebut adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dengan cara meningkatkan pembelahan limfosit dan produksi interleukin-2. Di Amerika sambiloto telah dipatenkan sebagai obat penyakit AIDS

Sambiloto juga dapat menekan pertumbuhan sel kanker, karena senyawa aktifnya (yakni andrographolide) dapat menurunkan ekspresi enzim CDK4 (cyclin dependent kinase 4), yang menentukan kecepatan terpicunya transisi fase dalam siklus sel

Sambiloto dikenal sebagai tanaman yang memiliki kandungan flavonoid tinggi sebagai zat antioksidan, sehingga dapat berfungsi untuk melindungi sel dari bahaya radikal bebas seperti tifoid, disentri, diare, radang saluran napas, radang paru, influenza, sakit kepala, demam, tuberkulosis pada paru, batuk pertusis, tekanan darah tinggi, faringitis, dan kencing manis

Sambiloto juga dapat berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga dapat membantu tubuh lebih optimal untuk melawan kanker dan mempercepat pemulihan tubuh.  
Oleh: Harmonis Santara

Kamis, 10 Desember 2015

TESTIMONI THROMBO

Dengan THROMBO, Bebas Transfusi dan Badan Lebih Fit

Bapak Hertanto Widodo, 45 tahun,  tinggal di Tangerang, Banten adalah orang yang aktif dalam dunia bisnis dan perdagangan. Untuk memasarkan produknya yang berupa alat peraga pendidikan, alat kesehatan, dan berbagai kebutuhan kantor, beliau sering kali bepergian ke luar kota. Setelah bisnisnya berkantor di rumah, barulah aktivitas luarnya berkurang. Sejak itu, beliau mulai mengidap hipertensi.

Meskipun mengidap hipertensi, awalnya Pak Hertanto tetap dapat beraktivitas secara normal. Beliau tidak merasakan gejala yang sering diderita pasien hipertensi umum seperti pusing, mata berkunang-kunang, jantung berdebar, atau sesak napas. Oleh karena itulah beliau tidak menganggap itu sebagai masalah yang serius untuk ditangani. Hingga sekitar satu setengah tahun yang lalu, Pak Hertanto merasakan pusing yang tak tertahankan. Beliau pun memeriksakan diri ke dokter. Betapa terkejutnya Pak Hertanto, ternyata tensi beliau sudah mencapai 210 mmHg, sangat tinggi. Pak Hertanto lebih kaget lagi ketika dokter menyatakan akibat komplikasi hipertensi itu, ginjal beliau sudah mengalami kerusakan sehingga mengharuskan cuci darah dua kali dalam seminggu.

Sudah satu setengah tahun beliau menjalani proses cuci darah. Permasalahan pun sering muncul karena saat akan cuci darah Hb Pak Hertanto turun. Pengalaman beliau, Hb-nya sering kali berkisar hanya 7-8 gr/dL, padahal Hb normal untuk pria dewasa 14-18 gr/dL. Bila sudah begini, satu-satunya solusi yang ditawarkan dokter saat beliau mau cuci darah adalah dengan transfusi. Sejak saat itu, Pak Hertanto selalu berusaha mencari obat yang dapat membantu meningkatkan Hb, sehingga tidak perlu transfusi darah lagi saat mau cuci darah.

Sekitar bulan Maret 2014 yang lalu, istri beliau, Ibu Asmita mendapatkan informasi ada obat yang dapat menambah Hb dalam waktu singkat, yakni THROMBO, lalu membelinya. Dari pengalaman Pak Hertanto, setelah mengkonsumsi THROMBO badannya menjadi lebih segar dan lebih fit. Keluhan yang beliau alami selama ini seperti pusing, lemas, dan mata berkunang-kunang tidak terjadi lagi. Yang paling beliau syukuri, selama dua bulan terakhir ini beliau tidak perlu lagi melakukan transfusi darah saat harus cuci darah. Artinya, dokter menganggap Hb beliau telah memenuhi syarat untuk cuci darah, sehingga  transfusi tidak diperlukan lagi. Beliau pun bertekad untuk terus mengkonsumsi THROMBO secara rutin. Selain dapat meningkatkan Hb dengan cepat, mengkonsumsi THROMBO juga tanpa efek samping karena dibuat dari bahan-bahan herbal yang berkualitas. Alhamdulillah. (HRM /
Harmonis Santara)

THROMBO

THROMBO adalah produk minuman kesehatan berbahan herbal yang dapat membantu meningkatkan trombosit dan hemoglobin (Hb) dalam darah. THROMBO diformulasikan secara tepat dari bahan herbal pilihan antara lain madu (honey), sari kurma (Phonex dactyliferal), ekstrak daun jambu biji (Psidii folium extract), angkak (Hong qu mi extract), dan habbatusauda (Nigella sativa extract).

THROMBO memiliki keunggulan antara lain: 
  • Semua bahan pembuatnya berasal dari herbal berkualitas menggunakan proses maserasi, fermentasi alami, dan ionisasi, sehingga bebas racun dan tanpa efek samping
  • Proses maserasi membuat senyawa aktif yang berkhasiat berkhasiat dalam berbagai herbal THROMBO lebih banyak didapatkan
  • Proses fermentasi alami THROMBO membuat kadar bahan dasar saling memperkaya/adiksi dan menunjang satu sama lain sehingga khasiatnya lebih maksimal
  • Proses ionisasi membuat THROMBO lebih mudah diserap oleh tubuh sehingga khasiatnya lebih cepat terasa

Sifat dan Khasiat Herbal Komposisi THROMBO antara lain:

Madu (Honey)
Kandungan utama madu adalah gula dengan jenis fruktosa, glukosa, sukrosa. Unsur tambahan lainnya, seperti tepung sari dan berbagai enzim pencernaan.  Di dalamnya juga terdapat royal jelly yang mengandung vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, C, D, E, biotin, folic acid, pantothenic acid. Bahan aktif tersebut secara sinergis dapat memberi manfaat antara lain:
  • Membantu percepatan penyembuhan (recovery) tubuh bagi pasien DBD atau gangguan trombosit, karena madu memiliki kemampuan berdifusi lebih cepat melalui darah
  • Membantu pembentukan darah dalam tubuh
  • Bersifat antibiotik/antibakteri alami sehingga dapat membantu mencegah sekaligus melumpuhkan bakteri dalam tubuh
  • Membantu meningkatkan khasiat herbal yang dikonsumsi bersamanya

Sari Kurma (Phonex Dactyliferal) 
  • Sari kurma kaya dengan zat besi dan kalsium, sehingga sangat baik untuk kesehatan dan pembentukan tulang, sumsum tulang, serta membantu pembentukan darah (meningkatkan trombosit dan Hb).
  • Sari kurma kaya kandungan vitamin A sehingga dapat memperlancar metabolisme lemak, menangkal infeksi, serta menenangkan sel-sel saraf yang biasanya dialami pasien yang bermasalah dengan trombosit.
  • Sari kurma mengandung tanin sebagai antioksidan yang bersifat antiinfeksi, antiinflamasi, dan antihemoragik (mencegah dan menghentikan pendarahan).
  • Sari kurma kaya serat sehingga dapat membantu menyerap kolesterol jahat di dalam usus sehingga dapat menjaga kesehatan pencernaan pasien DBD atau gangguan trombosit lainnya.
Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidii Folium Extract) 
  • Daun jambu biji mempunyai senyawa aktif di antaranya minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, tanin, dan pektin. Secara sinergis senyawa tersebut memiliki efek farmakologis sebagai antibakteri dan antiinflamasi, absorbent (pengelat atau menyerap racun), astringent (melapisi dinding mukosa usus terhadap rangsangan isi usus), antispasmolotik (mencegah kontraksi usus), hemostatik (menghentikan pendarahan), sehingga dapat mengatasi masalah usus, pendarahan, serta infeksi yang dialami pasien DBD, typus, diare, atau gangguan trombosit lainnya.
  • Ekstrak daun jambu biji juga mengandung tembaga yang dapat membantu meningkatkan produksi sel darah merah, dan meningkatkan jumlah trombosit dalam darah.

Angkak (Hong qu mi Extract) 
  • Angkak adalah produk olahan hasil fermentasi beras dengan kapangMonascus purpureus. Fermentasi ini menghasilkan senyawa gamma-aminobutyric acid (GABA) danacetylcholine chloride (senyawa yang bersifat hipotensif/menurunkan tekanan darah), memperbaiki kerja lambung serta memperkuat fungsi limfa dalam menguraikan sel darah merah yang telah usang dan menyaring senyawa-senyawa asing. Gangguan lambung, limfa, tekanan darah biasanya menyertai pasien DBD, typus, dan gangguan trombosit lainnya.

Habbatusauda (Nigella Sativa Extract)
Kandungan senyawa aktif Nigella sativa(habbatussauda) antara lain fix oil (oleat/omega 9, linoleat/omega 6, linolenat/omega 3, dan eicosadionat), saponin, minyak esensial, fitosterol, alkaloid, asam amino, berbagai vitamin dan mineral. Beberapa senyawa aktif tersebut bekerja secara sinergis sehingga dapat memberi khasiat bagi kesehatan di antaranya:
  • Menguatkan sistem imun tubuh untuk mencegah infeksi virus penyebab DBD secara lebih lanjut, atau infeksi virus dan bakteri yang menyebabkan gangguan trombosit dan pendarahan.
  • Melancarkan peredaran darah, membersihkan racun, memperbaiki saluran pencernaan, dan bersifat antibiotik/antibakteri alami sehingga dapat mengoptimalkan sistem perlawanan tubuh terhadap penyakit, serta membantu percepatan recovery tubuh penderita DBD, typus atau gangguan darah lainnya. 
Oleh: Harmonis Santara

Senin, 07 Desember 2015

REAL TESTIMONI ZEDACA, BENJOLAN DI PAYUDARAKU HILANG DENGAN ZEDACA

Bulan Oktober 2012 saya (Ibu Rosma, Padangsidempuan) merasakan di antara kedua payudara—tepatnya di atas tulang rusuk atas—terdapat benjolan kecil. Benjolan itu tidak terasa sakit, jadi saya tidak terlalu khawatir. Bahkan sempat saya pikir itu hanya masuk angin biasa, sehingga saya mengoleskan minyak gosok. Tapi, beberapa hari kemudian benjolan itu saya rasakan bertambah besar. Saya mulai khawatir, jangan-jangan ini kanker, meskipun dalam riwayat keluarga saya tidak pernah ada yang terkena penyakit mematikan itu. Untuk memastikannya, saya pun mencari informasi seputar kanker dengan membaca buku, browsing di internet, dan meminta informasi dari orang lain yang saya anggap mengerti. Saya tidak mau memeriksakannya ke dokter karena takut menerima hasilnya, lebih takut lagi kalau harus menjalani operasi atau kemoterapi. Apalagi saya masih trauma atas meninggalnya teman yang terserang kanker saat masih dalam proses kemoterapi. Itulah sebabnya saya lebih memilih mengobati sendiri. Dari berbagai informasi yang saya dapat, daun sirsak dapat mengobati kanker. Saya pun rutin minum rebusan daun sirsak, sambil terus mengoleskan minyak gosok.

Hingga bulan Januari 2013 benjolan itu telah semakin besar hingga seukuran telur ayam. Saya pun mulai merasakan sakit. Minum rebusan daun sirsak tetap saya lakukan, meskipun saya merasa belum mendapatkan khasiat apa-apa. Akhir Februari 2013 benjolan seukuran telur ayam itu semakin membengkak dan terasa sakit, rasanya seakan mau meletus. Badan saya pun semakin lemah dan kurus. Saya mulai membatasi segala jenis makanan yang kemungkinan dapat memperparah penyakit saya. Dalam kekhawatiran, saya memberanikan diri untuk mengambil foto benjolan itu, lalu saya kirimkan pada sahabat saya Ibu Sri yang tinggal di Medan untuk sekedar berbagi cerita. Mengetahui kejadian itu, Bapak Gianto, suami Ibu Sri, berusaha membantu dengan mengkonsultasikan obat yang tepat pada pakar herbal yang ada di Jakarta, yakni Bapak Rusdiyanto. Dari Bapak Rusdiyanto-lah saya mendapatkan saran untuk mengkonsumsi herbal yang khusus untuk mencegah sekaligus mengobati kanker, yakni ZEDACA. Saya pun langsung membelinya sebanyak empat botol.

Saya mulai rutin minum ZEDACA dengan dosis dua kali sehari masing-masing dua kapsul. Saya langsung merasakan pengaruhnya. Sebelumnya saya susah tidur karena benjolan di payudara selalu terasa nyeri, setelah minum ZEDACA saya dapat tidur lebih nyenyak. Reaksi lainnya yang saya alami adalah lebih sering buang air kecil. Ketika sudah menghabiskan ZEDACA dua botol (1 botol ZEDACA isi 50 kapsul) benjolan di sekitar payudara saya pecah dan keluarlah nanah kental berbentuk gumpalan, sehingga meninggalkan lubang yang cukup besar di payudara. Kejadian itu berlangsung saat saya tidur nyenyak, jadi tanpa saya sadari. Saat bangun, saya langsung membasuh lubang itu dengan air zam-zam dan menutupnya dengan kapas. Saya merasakan benjolan itu mulai mengempis.

Bulan April 2013 saat menghabiskan ZEDACA empat botol, benjolan di payudara semakin kecil. Setelah menghabiskan lima botol ZEDACA benjolan itu sudah benar-benar hilang, hanya menyisakan bekas lubang yang juga perlahan mulai menutup dengan sendirinya. Saat ZEDACA botol keenam saya habiskan, lubang di payudara saya benar-benar menutup total. Saya merasa seakan tidak pernah mengalami penyakit yang mengerikan itu. Kini, untuk pemeliharaan dan pencegahan agar kanker itu tidak berulang, saya tetap mengkonsumsi ZEDACA dengan dosis dua kali sehari masing-masing satu kapsul. Saya semakin percaya ZEDACA adalah herbal yang berkhasiat dan dapat membantu banyak orang. Saya juga yakin bahwa semua ini atas izin dan pertolongan Allah SWT. Terima kasih ya Allah telah memberikan kesembuhan pada saya. (HRM / Harmonis Santara )

TESTIMONI ZEDACA, DENGAN ZEDACA, PLASENTA YANG MENEMPEL DI RAHIM LURUH

Meskipun sudah memiliki dua orang anak sebelumnya, Ibu Rini Febriani, SE (33 tahun, kini tinggal di Medan, Sumatera Utara) tetap mempersiapkan kelahiran anaknya yang ketiga dengan sempurna dan penuh kebahagiaan. Hari yang dinanti itu pun tiba. Akhir September 2013 Ibu Rini merasakan mules, pertanda mau melahirkan. Beliau pun bergegas menuju rumah sakit diantar oleh suami dan keluarga lainnya.

Di sebuah rumah sakit swasta wilayah Bekasi, Jawa Barat, Ibu Rini melahirkan seorang anak perempuan dengan proses persalinan secara normal. Ibu Rini dan bayi yang dilahirkannya dinyatakan sehat oleh dokter, sehingga diperbolehkan untuk pulang. Hari-hari berikutnya dari rahim Ibu Rini keluar darah nifas, dan Ibu Rini menganggapnya itu sesuatu yang wajar. Namun Ibu Rini merasakan ada kejanggalan, karena darah yang keluar sangat banyak dan terus-menerus, sehingga membuatnya terganggu dan mengakibatkan badannya semakin lemah. Karena khawatir, pada bulan Oktober 2013, Ibu Rini mendatangi dokter yang membantu persalinannya. Kesimpulan sementara dokter menyatakan, bahwa telah terjadi pendarahan di rahim Ibu Rini. Untuk memastikan penyebabnya, dokter menyarankan kepada Ibu Rini untuk melakukan USG rahim.

Betapa terkejutnya Ibu Rini, termasuk sang dokter, saat melihat hasil USG mengindikasikan bahwa terdapat plasenta yang menempel pada dinding rahim Ibu Rini, terlebih ukuran plasenta yang menempel itu cukup luas, sekitar dua puluh sentimeter. Dokter dan Ibu Rini sepakat untuk melakukan tindakan dengan cara dikuret. Karena plasenta yang menempel sangat lengket, proses kuret yang dilakukan gagal membersihkan plasenta yang menempel. Dokter yang merawat tidak berani melakukan tindakan lebih jauh, karena risiko terhadap rahim dapat lebih fatal.

Meskipun kecewa bercampur khawatir, Ibu Rini memutuskan pulang ke rumah dan berusaha melakukan penanganan dengan cara lain. Ibu Rini mendapatkan saran untuk mengkonsumsi obat herbal SHAD NIGELLA PLUS dikombinasi dengan ZEDACA. Ibu Rini berpikir, jika dokter tidak berani melakukan tindakan karena risiko yang besar, biarlah beliau pasrah, terus berdoa meminta pertolongan kepada Allah SWT, sambil berikhtiar menggunakan SHAD NIGELLA PLUS dan ZEDACA. Ibu Rini mulai rutin mengkonsumsi SHAD NIGELLA PLUS dan ZEDACA dengan dosis dua kali sehari pagi dan sore hari masing-masing dua kapsul.

Perlahan tapi pasti, Ibu Rini merasakan perubahan yang lebih baik. Beliau merasa darah yang keluar lebih sedikit dan normal sebagaimana darah nifas kebanyakan orang. Untuk mengontrol perkembangan plasenta di dinding rahimnya, Ibu Rini juga beberapa kali melakukan USG. Setiap kali USG, hasilnya menunjukkan plasenta yang menempel ukurannya semakin mengecil, dan pendarahan sudah tidak terjadi lagi. Setelah empat bulan mengkonsumsi secara rutin SHAD NIGELLA PLUS dan ZEDACA, Ibu Rini kembali melakukan USG. Alhamdulillah, berdasarkan hasil USG tersebut dokter menyatakan plasenta yang menempel pada dinding rahim Ibu Rini telah luruh dan hilang. Dinding rahim Ibu Rini telah bersih dari plasenta yang menempel. (HRM /
Harmonis Santara )