Anda mengenal Mount Everest? Iya, Everest adalah gunung tertinggi di dunia. Tingginya mencapai 8.850 meter di atas permukaan laut. Suhunya sangat dingin, dengan titik dingin di bawah nol derajat celcius. Saking dinginnya, tidak satu hewan dan tumbuhan pun yang dapat bertahan hidup. Para pendaki gunung dari berbagai belahan dunia sejak tahun 1921 mencoba menaklukkan puncaknya. Dalam kurun waktu tiga puluh tahun sejak tahun 1921, ada sekitar sepuluh ekspedisi pendakian dilakukan, namun semuanya menemui kegagalan, bahkan semua pendaki dinyatakan tewas. Hingga akhirnya, tahun 1953 Edmund Hillary seorang pendaki dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay seorang pemandu para pendaki asal Nepal pertama kali berhasil menaklukkan gunung yang dijuluki 'dahi langit' itu. Tahukah Anda, bahwa keberhasilan Tenzing Norgay mendaki sekaligus memandu Edmund Hillary menaklukkan Everest, membutuhkan persiapan selama 18 tahun? Iya, selama kurun waktu itu Tenzing Norgay terus mempelajari seluk beluk Everest dengan begitu detail, sambil latihan mendaki di gunung itu step by step.
Dalam persiapan itu, selain memetakan Everest secara geografis untuk mengetahui medan dan menyiapkan alat pendukung, Tenzing Norgay juga secara perlahan menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi Everest, sehingga saat hari H pendakian dia dapat memandu sekaligus mendaki dengan lancar dan berhasil.
'PERSIAPAN' lagi-lagi merupakan kata kunci sebuah keberhasilan. Meskipun persiapan terkesan memakan waktu yang lama dan membosankan, tapi tanpa itu, hasil suatu pekerjaan akan kurang sempurna. Bila Tenzing Norgay tidak melakukan persiapan secara detail dalam waktu lama, boleh jadi nasibnya hanya akan sama dengan 130 orang yang tercatat tewas hingga tahun 1996. Apa hikmahnya bagi kita?
Saat ini kita berada dalam wadah bisnis yang bernama AHAD-NET. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yakni sukses setinggi-tingginya. Untuk menggapai puncak sukses itu, banyak cara yang dilakukan orang. Ada yang ingin meraihnya secara instan tanpa persiapan yang matang, ada juga yang melihat berlikunya jalan menuju puncak akhirnya berhenti di tengah jalan, bahkan ada juga yang menganggap mencapai puncak adalah hal yang mustahil sehingga tidak pernah mau mencoba mendaki. Bila ada di antara kita yang berpikir demikian, maka mencapai puncak tidak akan pernah kita rasakan. Ada baiknya kita belajar dari seorang pendaki gunung, bahwa puncak gunung hanya bisa ditaklukkan dengan persiapan yang matang, kemauan yang kuat, dan kegigihan.
Jadi, bila Anda ingin mencapai prestasi puncak di AHAD-NET, Anda harus melakukan persiapan yang disertai kemauan dan kegigihan. Ingatlah, bila Anda menginginkan air satu ember, maka yang pertama kali harus Anda persiapkan adalah embernya. Bila menginginkan prestasi terbaik di sebuah bisnis jaringan AHAD-NET, maka persiapan pertama kali yang harus Anda lakukan adalah mengembangkan dan membina jaringan. Boleh jadi membangun, mengembangkan, dan membina jaringan memakan waktu relatif lama. Banyak proses yang harus Anda kerjakan, tapi itu adalah bagian dari persiapan dan penyesuaian dengan kondisi medan. Saat Anda sudah melakukan persiapan itu semua, maka puncak sukses relatif lebih cepat dicapai.
Kita juga dapat belajar dari proses persiapan yang diajarkan oleh Rasulullah SAW saat menjelang bulan Ramadhan. Rasulullah SAW banyak melakukan puasa dan amalan-amalan sunnah pada bulan Rajab dan Sya'ban. Beliau juga mengajarkan kepada kita untuk menyelesaikan segala kewajiban dan menyempurnakan ibadah sebelum memasuki Ramadhan. Secara hakikat beliau mengajarkan persiapan kepada kita, hingga saat memasuki puasa bulan Ramadhan kita dapat menjalaninya dengan lancar karena kita sudah siap dan sudah terbiasa sebelumnya. Saat kita sudah melakukan persiapan dan sudah terbiasa menjalankan sesuatu, ketika kita melaksanakan suatu pekerjaan pada waktu yang telah ditetapkan, kita akan dapat melaksanakan dengan sempurna dan mendapat nilai yang maksimal. Semoga Allah SWT memberkahi kita di bulan Sya'ban dan mempertemukan kita di bulan Ramadhan. Semoga setiap amal yang kita lakukan baik yang bersifat mahdhah maupun ghayru mahdhah diterima Allah dan mendapatkan ganjaran pahala yang berlipat ganda. Amin. (HRM)
Thursday, 04 July 2013 10:07:43 Posted By : Bayu Nugrahahttp://www.ahadnet.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar