Selasa, 05 November 2013

REAL TESTIMONI / KESAKSIAN CUSTOMER SEMBUH DARI LIVER DENGAN NIGELLA PLUS, SARI TEMULAWAK & ULIVER




Sumber dari Buku Terapi Herbal Untuk Hidup Sehat oleh drh. H. Rusdiyanto, SF, Cetakan Ke - 11, Juli 2010, Penerbit : PT. Alomampa Persada, Jakarta - Indonesia.

Kisah Kesaksian Ke - 1 diungkapkan oleh Nn. Nursia SL, Jl. Rasing Center No. 81 A

Saya Nn. Nursia SL usia 22 tahun bertempat tinggal Jl. Rancing Center No.81A Makassar. Saya mempunyai penyakit kuning atau yang biasa dikenal Hepatitis. Saya mengidap penyakit tersebut sejak SMP kelas 3. Pada waktu itu saya sering sekali merasakan sakit perut yang sangat luar biasa. Rasa sakit disertai mual, pusing, saya sering sekali pingsan saat upacara. Kejadian tersebut terus berlanjut sampai saya duduk di SMU sudah berbagai macam obat yang saya konsumsi tapi tak ada hasil sedikit pun.

Pada awal bulan oktober 2002 yang lalu kakak kandung saya mitra dari AHAD-NET menyarankan untuk bergabung dengan AHAD-NET. Kakak saya mengirimkan produk Nigella Plus yang telah diproduksi oleh PT ALOMAMPA PERSADA. Saat itu saya tidak mau untuk mengkonsumsi obat tersebut karena saya sudah pasrah. Saat itu ayah saya yang mengkonsurnsinya. Mata rabun dan reumatik sehabis mengkonsumsi obat tersebut bapak saya merasa lebih sehat, nyeri reumatik hilang. Pada bulan Januari 2003 saya coba untuk memahami produk-produk tersebut baik brosur dan buku-bukunya. Saat saya sudah memahami semua khasiat obat-obatan yang ada. Saat itu saya baru mulai mengkonsumsi Nigella Plus ternayata sangat banyak manfaat dan khasiat yang saya rasakan balk perubahan dalam tubuh saya terutama penyakit yang saya alami. Terimakasih PT ALOMAMPA PERSADA atas produknya.

Makasar 12 Oktober 2003


Nn. Nursia SL

Kisah Kesaksian Ke - 2 diungkapkan oleh Arevia M.S, NK : 9901032482

Pada bulan Maret 2000 yang lalu saya mendapat kabar bahwa mertua saya di Samarinda sakit Liver/Hepatitis sampai terjadi pembengkakan. Sudah berkali-kali ke dokter dengan biaya yang cukup besar (sekali periksa Rp 300.000), tapi tidak ada perubahan.

Beberapa hari ketraudian saya menghadiri pelatihan bulanan di MS JBR-05. Pada saat itu Pak Rusdiyanto (Produsen jamu dan makanan hesehatan) hadir untuk memberikan product knowledge kepada mitraniaga yang hadir. Saya beserta suami mengkonsultasikan penyakit mertua saya tersebut. Pak Rusdiyanto menganjurkan agar mertua saya minum Nigella Plus + Uliver.

Segera kami kirim Nigella Plus dan Uliver masing-masing 5 botol. Sepuluh hari kemudian kami mendapat kabar dari Samarinda bahwa setelah 1 minggu mengkonsumsi obat kiriman kami tersebut, masing-masing 2x2 kapsul perhari, pembengkakan Liver berangsur pulih dan sekarang dinyatakan sembuh oleh dokter.

Mertua saya tidak pernah lagi pergi ke dokter. Dan sampai sekarang masih mengkonsumsi Nigella Plus + Uliver. Mertua saya bilang, bahwa selama ini livernya tetap bengkak, kantongnya jadi kempes. Tapi dengan rninum Nigella Plus dan Uliver livernya jadi kempes/sembuh tapi kantongnya tetap tebal.
Kisah Kesaksian Ke - 3 diungkapkan oleh Tarjoni, NK.A.002026179
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Kejadian ini berawal pada bulan Juli 2002, kakak ipar saya divonis oleh dokter mengidap penyakit liver akut. Kami sekeluarga menvarankan kepada beliau untuk segera opname di rumah sakit. Mengingat kondisi beliau yang sangat memprihatinkan yang antara lain tanda-tanda fisik terlihat dengan bengkaknya perut walau tidak hamil dan warna kulit serta mata yang menguning. Atas rujukan dokter puskesmas akhirnya kakak ipar saya masuk salah satu rumah sakit di Cikarang. Setelah dirawat di sana kurang lebih satu pekan ternyata belum ada tanda-tanda kesembuhan yang berarti. Berbagai macam obat yang harganya satu kapsul Rp. 50.000,- tidak juga membantu kesembuhan beliau, malah kondisi beliau makin memprihatinkan. Biaya demi biaya sudah banyak dikeluarkan dan karena kondisi keuangan sudah tidak memungkinkan akhirnya dengan kesepakatan keluarga pada bulan Agustus kakak ipar dibawa pulang, dengan pertimbangan berobat jalan dan berusaha ke pengobatan alternatif. Jalan alternatifpun ditempuh, tetapi tidak membuahkan hasil clan kami pasrah kepada Allah. Rupania Allah mendengarkan doa kami, suatu hari salah satu kakak perempuan saya teningat dengan adanya sisa Uliver satu botol yang masih ada di rumahnva yaitu sisa pengobatan dari anaknya yang pernah kena gejala liver. Akhirnya diberikanlah saw botol Uliver tersebut kepada kakak ipar kami, tetapi tidak disangka keluarga dari kakak ipar kami menolaknya, karena mereka menvangsikan manfaat dari Uliver tersebut. Mengingat dari harga Uliver tersebut hanya Rp. 13.000/botol, kata mereka: “obat dari rumah sakit yang satu kapsul Rp. 50.000 saja tidak menvembuhkan apalagi murah”. Karena niat baik dari kakak saya _ersebut dan demi kesembuhan kakak ipar, maka dia terpaksa berbohong bahwa harga Uliver tersebut mahal harganya clan hanya ada di Jakarta. Akhirnya Allah membukakan pintu hati keluarga dari kakak ipar saya. Dan mereka menerima Uliver itu. Setelah meminum Uliver dengan dosis 2x3 kapsul sehari, Alhamdulillah terlihat perubahan yang sangat menggembirakan, yang tadinya beliau tidak sadarkan diri dan tidak bisa makan akhirnya beliau bisa melakukan aktifitas tersebut. Hal ini memberikan harapan yang berarti bagi kami sekeluarga sehingga mereka memesan kembali Uliver kepada saya 6 botol dan saya tambahkan 2 botol Nigella dengan pertimbangan untuk memulihkan stamina. Atas saran saya tambahan Nigella tersebut diminum 2x1 kapsul sehari.

Alhamdulillah pada hari raya Idul Fitri 2002 yang lalu kakak ipar saya akhirnya bisa mengikuti sholat led di lapangan bersama keluarga, kini beliau telah sehat dan masih mengkonsumsi Nigella Plus.
Kisah Kesaksian Ke - 4 diungkapkan oleh Abdul Muthallib Dama, Jl. KH Agus Salim 129, Luwuk Banggai - SulTeng
Assalamu'alaikum wr.wb.

Awalnya saya sakit di bulan Juni, minggu ke tiga pada han jum'at tiba-tiba saja aku jatuh clan tak bisa berdiri ± 15 menit, setelah itu aku diantar ke puskesmas. Menurut pemeriksaan dokter saya terkena penyakit liver berat. Saat itu pula aku dirujuk ke rumah sakit setempat. Setelah diperiksa di ruang UGD ternyata saya juga mengidap penyakit maag.

Aku dirawat di RS selama 2 minggu tapi tidak ada perubahan malah sakitnya bertambah parah. Sudah banyak resep obat yang saya minum, tapi dadaku semakin sakit, bila diraba dadaku terasa perih sekali, seperti ditusuk jarum yang sangat banyak, sehingga aku mohon kepada semua pembesuk untuk tidak meraba atau menyentuh dadaku.

Dua minggu dirawat di RS, aku minta kepada istriku agar aku dirawat di rumah saja, karena terlihat istriku akan semakin payah merawatku/menjagaku di RS. Alhamdulillah dokternya mau mengerti dan mengizinkan kami pulang ke rumah.

Sepanjang perjalanan ±4 km ke rumah, sepanjang itu pula aku selalu muntah-muntah, hingga aku hampir tak bisa jalan ke rumah yang jaraknya dari jalan raya ± 30m. Aku dibaringkan di tempat tidur. Alhamdulillah ada seorang dokter yang kenal saya dan beliau menyarankan untuk diinfus. Namun obat-obatan yang beliau berikan tak sanggup kutelan, kalaupun ada yang tertelan, tidak lama kemudian hanya sekitar 3 menit aku muntahkan lagi.

Saudaraku membelikan obat untuk liver & maag yang agak mahal Rp. 135.000/tablet. Setelah diminum kumuntahkan lagi dan saya coba minum lagi tapi tak juga masuk ke pencernaanku.

Saudaraku dari daerah berdatangan menjenguk setelah mengetahui penyakitku semakin parah dan menjadi-jadi. Perutku terasa keras dan selalu menjerit kesakitan, rasanya mau buang air besar tapi tidak bisa keluar. Setiap jam saya menahan rasa sakit yang perih karena kotorannya tidak bisa keluar. Tubuhku terasa lemah, tak berdaya, kurus kering, sampai orang mengatakan sudah tak punya harapan hidup. Saudaraku sudah putus harapan karena sudah berbagai macam pengobatan sudah dicoba agar bisa sembuh.

Tiba-tiba ada seorang sahabatku datang menjenguk dengan membawa obat yang menurut saya asing. Saya sampaikan padanya aku tak bisa minum obat, perutku tak menerimanya. Tetapi sahabatku menyarankan kalau kapsulnya gak bisa ditelan, dibuka saja kapsulnya dan ternyata tetap aku muntahkan.

Selanjutnya saya coba minum lagi dalam keadaan utuh 3 butir pagi clan sore, anehnya ketika diminum dalam keadaan utuh, perutku menerimanya. Saya tanya ke istriku obat apa ini. Ia menjawab obat Nigella Plus. Selang satu jam saya disuruh minum “Sari Temu Lawak”. Selanjutnya aku diobati dengan dua macam obat tersebut sambil diinfus dan selama dua bulan saya tak bisa makan.

Namun istriku dengan kesabarannya yang luar biasa tetap merawatku dengan Nigella Plus dan Sari Temu Lawak setiap pagi dan sore. Akhirnya pada 17 Agustus 2004 saya bisa buang air besar meskipun masih terasa perih berangsur-angsur buang airku lancar dan aku bisa bangun tetapi harus dipandu jalan. Sejak itu setiap malam saya bisa makan hampir enam kali dan alhamdulillah berangsur-angsur sembuh total.

Pada saat aku bisa berjalan aku ditawari untuk bersama menjalankan usahanya. Sampai sekarang Nigella selalu ada di rumah kami.
Spesifikasi Shad Nigella :
·         Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI
·         1 Botol = 50 Kapsul
·         HM 118.000 – HK 149.000
Spesifikasi Mitra Sari Temu Lawak :
·         Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI
·         1 Dus = 10’s @ 20 gr
·         HM 47.000 – HK 55.000 / Dus
Spesifikasi Uliver :
·         Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI
·         1 Botol = 50 Kapsul
·         HM 118.000 – HK 149.000
Bagi yang berminat, silahkan :
1.      Datang langsung ke Toko Safana / Mitrasalur BNT 01 AHAD NET : Jl. Ceger Raya, Komplek Masjid Baitul Maal, Kampus STAN, Sebelah Toko Fatahillah, Pondok Aren, Tangerang.
2.      Menghubungi : Novi  MS Ahad Net BNT Kampus STAN / Ibu Darmawati  0857 – 18193200

Blog Toko Safana è http://s4f4n4shop.blogspot.com/
Facebook Toko Safana è https://www.facebook.com/safanashop.darmawati atau
Twitter  Toko Safana è https://twitter.com/tokosafana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar