Sumber dari Buku Terapi Herbal Untuk Hidup Sehat oleh drh. H. Rusdiyanto, SF, Cetakan Ke - 11, Juli 2010, Penerbit : PT. Alomampa Persada, Jakarta - Indonesia.
Kisah Kesaksian Ke - 1 diungkapkan oleh Nn. Nursia SL, Jl. Rasing Center No. 81 A
Saya
Nn. Nursia SL usia 22 tahun bertempat tinggal Jl. Rancing Center No.81A
Makassar. Saya mempunyai penyakit kuning atau yang biasa dikenal Hepatitis.
Saya mengidap penyakit tersebut sejak SMP kelas 3. Pada waktu itu saya sering
sekali merasakan sakit perut yang sangat luar biasa. Rasa sakit disertai mual,
pusing, saya sering sekali pingsan saat upacara. Kejadian tersebut terus
berlanjut sampai saya duduk di SMU sudah berbagai macam obat yang saya konsumsi
tapi tak ada hasil sedikit pun.
Pada
awal bulan oktober 2002 yang lalu kakak kandung saya mitra dari AHAD-NET
menyarankan untuk bergabung dengan AHAD-NET. Kakak saya mengirimkan produk Nigella
Plus yang telah diproduksi oleh PT ALOMAMPA PERSADA. Saat itu saya tidak
mau untuk mengkonsumsi obat tersebut karena saya sudah pasrah. Saat itu ayah
saya yang mengkonsurnsinya. Mata rabun dan reumatik sehabis mengkonsumsi obat
tersebut bapak saya merasa lebih sehat, nyeri reumatik hilang. Pada bulan
Januari 2003 saya coba untuk memahami produk-produk tersebut baik brosur dan
buku-bukunya. Saat saya sudah memahami semua khasiat obat-obatan yang ada. Saat
itu saya baru mulai mengkonsumsi Nigella Plus ternayata sangat banyak
manfaat dan khasiat yang saya rasakan balk perubahan dalam tubuh saya terutama
penyakit yang saya alami. Terimakasih PT ALOMAMPA PERSADA atas produknya.
Makasar 12 Oktober 2003
Kisah Kesaksian Ke - 2 diungkapkan oleh Arevia
M.S, NK : 9901032482
Pada
bulan Maret 2000 yang lalu saya mendapat kabar bahwa mertua saya di Samarinda
sakit Liver/Hepatitis sampai terjadi pembengkakan. Sudah berkali-kali ke dokter
dengan biaya yang cukup besar (sekali periksa Rp 300.000), tapi tidak ada
perubahan.
Beberapa
hari ketraudian saya menghadiri pelatihan bulanan di MS JBR-05. Pada saat itu
Pak Rusdiyanto (Produsen jamu dan makanan hesehatan) hadir untuk memberikan
product knowledge kepada mitraniaga yang hadir. Saya beserta suami
mengkonsultasikan penyakit mertua saya tersebut. Pak Rusdiyanto menganjurkan
agar mertua saya minum Nigella Plus + Uliver.
Segera
kami kirim Nigella Plus dan Uliver masing-masing 5 botol. Sepuluh hari
kemudian kami mendapat kabar dari Samarinda bahwa setelah 1 minggu mengkonsumsi
obat kiriman kami tersebut, masing-masing 2x2 kapsul perhari, pembengkakan
Liver berangsur pulih dan sekarang dinyatakan sembuh oleh dokter.
Mertua saya tidak pernah lagi pergi
ke dokter. Dan sampai sekarang masih mengkonsumsi Nigella Plus + Uliver. Mertua
saya bilang, bahwa selama ini livernya tetap bengkak, kantongnya jadi kempes.
Tapi dengan rninum Nigella Plus dan Uliver livernya jadi
kempes/sembuh tapi kantongnya tetap tebal.
Kisah Kesaksian Ke - 3 diungkapkan
oleh Tarjoni, NK.A.002026179
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Kejadian ini berawal pada bulan Juli
2002, kakak ipar saya divonis oleh dokter mengidap penyakit liver akut. Kami
sekeluarga menvarankan kepada beliau untuk segera opname di rumah sakit.
Mengingat kondisi beliau yang sangat memprihatinkan yang antara lain
tanda-tanda fisik terlihat dengan bengkaknya perut walau tidak hamil dan warna
kulit serta mata yang menguning. Atas rujukan dokter puskesmas akhirnya kakak
ipar saya masuk salah satu rumah sakit di Cikarang. Setelah dirawat di sana
kurang lebih satu pekan ternyata belum ada tanda-tanda kesembuhan yang berarti.
Berbagai macam obat yang harganya satu kapsul Rp. 50.000,- tidak juga membantu
kesembuhan beliau, malah kondisi beliau makin memprihatinkan. Biaya demi biaya
sudah banyak dikeluarkan dan karena kondisi keuangan sudah tidak memungkinkan
akhirnya dengan kesepakatan keluarga pada bulan Agustus kakak ipar dibawa
pulang, dengan pertimbangan berobat jalan dan berusaha ke pengobatan
alternatif. Jalan alternatifpun ditempuh, tetapi tidak membuahkan hasil clan
kami pasrah kepada Allah. Rupania Allah mendengarkan doa kami, suatu hari salah
satu kakak perempuan saya teningat dengan adanya sisa Uliver satu botol yang
masih ada di rumahnva yaitu sisa pengobatan dari anaknya yang pernah kena
gejala liver. Akhirnya diberikanlah saw botol Uliver tersebut kepada kakak ipar
kami, tetapi tidak disangka keluarga dari kakak ipar kami menolaknya, karena
mereka menvangsikan manfaat dari Uliver tersebut. Mengingat dari harga Uliver
tersebut hanya Rp. 13.000/botol, kata mereka: “obat dari rumah sakit yang satu
kapsul Rp. 50.000 saja tidak menvembuhkan apalagi murah”. Karena niat baik dari
kakak saya _ersebut dan demi kesembuhan kakak ipar, maka dia terpaksa berbohong
bahwa harga Uliver tersebut mahal harganya clan hanya ada di Jakarta. Akhirnya
Allah membukakan pintu hati keluarga dari kakak ipar saya. Dan mereka menerima
Uliver itu. Setelah meminum Uliver dengan dosis 2x3 kapsul sehari,
Alhamdulillah terlihat perubahan yang sangat menggembirakan, yang tadinya
beliau tidak sadarkan diri dan tidak bisa makan akhirnya beliau bisa melakukan
aktifitas tersebut. Hal ini memberikan harapan yang berarti bagi kami
sekeluarga sehingga mereka memesan kembali Uliver kepada saya 6 botol dan saya
tambahkan 2 botol Nigella dengan pertimbangan untuk memulihkan stamina.
Atas saran saya tambahan Nigella tersebut diminum 2x1 kapsul sehari.
Alhamdulillah pada hari raya Idul Fitri 2002 yang lalu kakak
ipar saya akhirnya bisa mengikuti sholat led di lapangan bersama keluarga, kini
beliau telah sehat dan masih mengkonsumsi Nigella Plus.
Kisah Kesaksian Ke - 4 diungkapkan
oleh Abdul Muthallib Dama, Jl. KH Agus Salim 129, Luwuk Banggai -
SulTeng
Assalamu'alaikum
wr.wb.
Awalnya saya sakit di bulan Juni,
minggu ke tiga pada han jum'at tiba-tiba saja aku jatuh clan tak bisa berdiri ±
15 menit, setelah itu aku diantar ke puskesmas. Menurut pemeriksaan dokter saya
terkena penyakit liver berat. Saat itu pula aku dirujuk ke rumah sakit
setempat. Setelah diperiksa di ruang UGD ternyata saya juga mengidap penyakit
maag.
Aku dirawat di RS selama 2 minggu
tapi tidak ada perubahan malah sakitnya bertambah parah. Sudah banyak resep
obat yang saya minum, tapi dadaku semakin sakit, bila diraba dadaku terasa
perih sekali, seperti ditusuk jarum yang sangat banyak, sehingga aku mohon
kepada semua pembesuk untuk tidak meraba atau menyentuh dadaku.
Dua minggu dirawat di RS, aku minta
kepada istriku agar aku dirawat di rumah saja, karena terlihat istriku akan
semakin payah merawatku/menjagaku di RS. Alhamdulillah dokternya mau mengerti
dan mengizinkan kami pulang ke rumah.
Sepanjang perjalanan ±4 km ke rumah,
sepanjang itu pula aku selalu muntah-muntah, hingga aku hampir tak bisa jalan
ke rumah yang jaraknya dari jalan raya ± 30m. Aku dibaringkan di tempat tidur.
Alhamdulillah ada seorang dokter yang kenal saya dan beliau menyarankan untuk
diinfus. Namun obat-obatan yang beliau berikan tak sanggup kutelan, kalaupun
ada yang tertelan, tidak lama kemudian hanya sekitar 3 menit aku muntahkan
lagi.
Saudaraku membelikan obat untuk
liver & maag yang agak mahal Rp. 135.000/tablet. Setelah diminum
kumuntahkan lagi dan saya coba minum lagi tapi tak juga masuk ke pencernaanku.
Saudaraku dari daerah berdatangan
menjenguk setelah mengetahui penyakitku semakin parah dan menjadi-jadi. Perutku
terasa keras dan selalu menjerit kesakitan, rasanya mau buang air besar tapi
tidak bisa keluar. Setiap jam saya menahan rasa sakit yang perih karena
kotorannya tidak bisa keluar. Tubuhku terasa lemah, tak berdaya, kurus kering,
sampai orang mengatakan sudah tak punya harapan hidup. Saudaraku sudah putus
harapan karena sudah berbagai macam pengobatan sudah dicoba agar bisa sembuh.
Tiba-tiba ada seorang sahabatku
datang menjenguk dengan membawa obat yang menurut saya asing. Saya sampaikan
padanya aku tak bisa minum obat, perutku tak menerimanya. Tetapi sahabatku
menyarankan kalau kapsulnya gak bisa ditelan, dibuka saja kapsulnya dan
ternyata tetap aku muntahkan.
Selanjutnya saya coba minum lagi
dalam keadaan utuh 3 butir pagi clan sore, anehnya ketika diminum dalam keadaan
utuh, perutku menerimanya. Saya tanya ke istriku obat apa ini. Ia menjawab obat
Nigella Plus. Selang satu jam saya disuruh minum “Sari Temu Lawak”. Selanjutnya aku diobati dengan dua macam obat
tersebut sambil diinfus dan selama dua bulan saya tak bisa makan.
Namun istriku dengan kesabarannya
yang luar biasa tetap merawatku dengan Nigella Plus dan Sari Temu Lawak
setiap pagi dan sore. Akhirnya pada 17 Agustus 2004 saya bisa buang air besar
meskipun masih terasa perih berangsur-angsur buang airku lancar dan aku bisa
bangun tetapi harus dipandu jalan. Sejak itu setiap malam saya bisa makan
hampir enam kali dan alhamdulillah berangsur-angsur sembuh total.
Pada saat aku bisa berjalan aku ditawari untuk bersama
menjalankan usahanya. Sampai sekarang Nigella selalu ada di rumah kami.
Spesifikasi
Shad Nigella :
·
Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal
dari MUI
·
1 Botol = 50 Kapsul
· HM 118.000 – HK 149.000
Spesifikasi Mitra Sari Temu Lawak :
· Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI
· 1 Dus = 10’s @ 20 gr
· HM 47.000 – HK 55.000 / Dus
· Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal dari MUI
· 1 Dus = 10’s @ 20 gr
· HM 47.000 – HK 55.000 / Dus
Spesifikasi
Uliver :
·
Sudah Mendapatkan Sertifikat Halal
dari MUI· 1 Botol = 50 Kapsul
· HM 118.000 – HK 149.000
Bagi yang berminat, silahkan :
1.
Datang langsung ke Toko Safana /
Mitrasalur BNT 01 AHAD NET : Jl. Ceger Raya, Komplek Masjid Baitul Maal, Kampus
STAN, Sebelah Toko Fatahillah, Pondok Aren, Tangerang.
2.
Menghubungi
: Novi MS Ahad Net BNT Kampus STAN / Ibu Darmawati
0857 – 18193200



Tidak ada komentar:
Posting Komentar